Terima Kasih
Tahukah kau hal terburuk yang pernah aku alami?
Ditinggalkan.
Tahukah kau waktu terburuk yang pernah aku alami?
Saat kau meninggalkanku.
Tahukah kau tentang seseorang yang aku benci?
Kau.
Kau meninggalkanku saat bunga cinta itu bermekaran.
Kau meninggalkanku saat sebelah sepatuku sudah
kutemukan.
Kau meninggalkanku saat jari-jari ini menemukan
pasangannya.
Kau meninggalkanku saat aku menemukan tempat
bersandar.
Kau meninggalkanku saat aku menemukan asal senyumku
tiap pagi, siang, dan malam.
Tahukah bahwa kau telah meninggalkanku disaat aku
sudah di puncak kebahagiaan?
Aku terpuruk hebat kala itu.
Bunga itu tiba-tiba layu.
Sebelah sepatuku hilang ntah kemana.
Jari-jariku hanya bertautan satu sama lain.
Sandaranku kembali pada dinding yang dingin.
Senyumku hanya sekilas senyum palsu.
Lambat laun aku sadar.
Kehilanganmu bukanlah akhir dari hidupku. Datang dan pergi adalah hal yang
wajar. Aku bisa meneruskan hidup tanpamu. Aku bisa memekarkan bunga yang telah
layu itu, mencari sebelah sepatuku, membawa kepingan puzzle terakhir kembali, menemukan
sesuatu yang pas untuk jari-jariku, menemukan sandaran lain, dan menemukan
alasan senyumku tiap pagi, siang, dan malam.
Aku tidak mau munafik.
Kehilanganmu memang sungguh pahit, bahkan sakit. Tapi, aku tidak mau
melanjutkan kepahitan dan kesakitan itu. Waktu berjalan aku mengganti pahit
menjadi manis dan sakit menjadi sehat. Saat ini aku sedang menjaga kemanisan
dan kesehatan itu.
Oh iya, kamu hilang
atau kamu pergi sepenuhnya bukan salahmu. Aku sadar. Dalam kepergianmu itu ada
kesalahanku juga. Aku jadi ingat, kau adalah lelaki keras kepala yang pernah
aku kenal. Kau senang bukan aku menyalahkan diriku sendiri atas kepergianmu?
Mungkin saat kau pergi kau malah berkata bahwa sepenuhnya salahku. Begitukah?
Lucu sekali.
TERIMA KASIH.
Terima kasih kau sudah
pernah hadir.
Terima kasih atas
segalanya yang pernah kau berikan padaku.
Terima kasih karena
berkat kepergianmu aku bisa maju seperti saat ini.
Terima kasih juga
karena kau telah berpura-pura.
Jaga dirimu baik-baik.
Kau tidak perlu lagi takut wajah berjerawatku muncul dihadapanmu lagi. AKU PERMISI.
Komentar
Posting Komentar